3.7.12

Desember 30, 2004 - January 2, 2005

eh aku mo ke yogya dong hari ini.... kereta aku berangkat ntar malam :d, hip hip!

pagi ini aku berangkat ke kantor dengan menenteng ransel merah, tidak terlalu berat :), karena emang tidak terbeban banyak, semalam aku hanya memeking beberapa potong shirt dan 1 celana cargo aja, handuk sekecil mungkin dan pernik kecil kecil lainnya :), jadi dijamin enteng....

tadi pagi aku dah dapat lepasan doa dari ibu (red: aku sekarang lebih suka memanggil mami aku dengan ibu, keliatan dewasa kan), aku bilang nanti ngeliat cuaca kok, kalo gak cerah gak naek kok mi.... menenangkan ibu, tapi ibu tampak sumringah aja ngelepasin aku hehheeh ayah (red: itu panggilan ganti untuk papi hehehheh) yang sedang bobo pun aku cium tangannya, pi aku cabut... ikut gak? heheheheh

sebetulnya semalam tidak banyak juga tidur aku, karena sebelumnya aku ke penjait dulu ambil baju pengantin ipee uhmmm gak nyambung ya heheheh padahal nanti malam aku bobo di kereta, lalu malam selanjutnya menggunung (kalo jadi), trus malam berikutnya lagi aku di kereta dan pagi harinya aku harus kerja, kesempatan aku istirahat mungkin kalo malam minggu bisa tidur layak dihotel yang berkamar mandi didalam, kalo perlu pake betab biar bisa berendem air anget (slurp!)...

rencana sudah diatur kemaren, tiba besok pagi nanti abang dan isnuk jemput aku, trus kita ke kosan isnuk, trus siangnya berangkat ke lawu, lalu naek ke atas malam, pagi kita pulang, sampe sore ato malam di yogya... dan belum tauk selanjutnya :d...

hanih aku mungkin cabut jumat malam ato sabtu pagi dari semarang, liat skedul kantor dan cuaca juga....
nanti baru kita bergabung :d, saru eh seru kan....

uhmmm aku belom maem neh, dah gak enak maem ngebayangin jalan jalan :d......

******

dengan ransel besar hasil pinjaman dari adnan aku mengejar taksi dari depan kantor, setelah sebelumnya aku membekali diri dengan kwitiau goreng mirah, malam ini aku akan berangkat ke yogyakarta....


tidak sampe satu jam aku sudah berada diruang tunggu gambir international transportation by train on the railway :d, pasti belum pernah dengar nama lengkap stasiun gambir itu kan :d..

santai aku mendekap kedua kaki aku diatas kursi, tanpa beban. hilir mudik orang bergegas tergesa dan santai, segerombolan anak muda, sebuah keluarga, pasangan kekasih, satu satu orang hilir mudik sendiri, kian malam kian ramai, dan kereta aku masih lama....

seorang ibu setengah baya tersenyum, aku turunkan kaki aku memberi tempat, ku teruskan kembali lamunan santai aku, beberapa pesan singkat aku sampaikan mengabarkan aku telah ada di gambir, isnuk yang sedari tadi gak keliatan batangnya dimesenger menghubungi, minta dibangunkan kalo aku dah sampe uhmm

membunuh waktu aku mulai percakapan dengan ibu disebelahku, ternyata ibu ingin ke yogyakarta juga, kami pun terlibat pembicaraan seru, ternyata beliau seorang dosen di ugm yang sedang bertugas di jakarta, obrolan dari sekitar naek gunung hingga pembicaraan perilaku bangsa bergulir cepat hingga dentang waktu mendekat , beda satu gerbong, aku memberi salam dan kami berpisah...

seat 4b, bukan dekat jendela, ransel merah cepat berpindah setelah aku pisahkan kwitiau dan aqua splash :d, seorang laki laki muda meletakkan tasnya, kursi 4a? sapa aku dan dia menggangguk... uhmm kayaknya gak penting banget buat diceritain hehheheh

aku tenggelam dalam pesan pesan singkat, abang bilang tetap menjemput aku, dari hotel gak jauh bisa berjalan kaki katanya....

laper, perutku bicara... kwitiau yang sudah dingin, tapi uhmm yummy... nikmat kulahap, untung laki laki disebelah ku menolak waktu aku tawarkan, kalo iyah uhmm bisa bicara lagi perut ku nanti...

selimut hitam tebal, kupeluk hangat, kukujuri tubuh aku tak setipis bagian aku sisakan, meringkuk aku tertidur, aneka posisi aku coba, dari kaki dilipat, dijulurkan, dikesampingkan, ke kiri dan ke kanan, laki laki disebelahku tak bergeming... aku harap dia gak cedera :d

karena lelah aku pun jatuh tertidur.

*****

kuturunkan selimut hitam tebal aku, ummm nikmat sekali ternyata tidur di ka dengan menutupi sampai kepala, selama ini tidak pernah aku lakukan, gelap, membuat aku merasa dikamar aku sendiri, tidur dengan lampu mati :), kuperhatikan laki laki disebelah aku, masih bernapas, aku takut tendangan tendangan aku mematikan heheheh

diluar masih gelap, aku gak tauk ada dimana, beberapa stasiun kecil terlalui, kunyalakan hp aku uhm baru jam setengah empat, aku coba tidur lagi.

laki laki disebelahku terbangun katanya stasiun 30 menit lagi, dan ketika abang sms aku bilang begitu, tapi ternyata sodara sodara informasi yang disampaikan tidak benar walaupun laki laki itu menyatakan dalam keadaan sadar, karena 5 menit kemudian kereta landing di stasiun tugu.

stasiun tugu, masih seperti dulu, deretan pedagang oleh oleh di badan stasiun menyapa hangat menjajakan.

lewat jam 6 mungkin, aku sms abang aku, dan berderet dengan perempuan perempuan lain didepan toilet, pipis. dari hp yang berdering abang telah menunggu di deret gerbong 5.

aku mencari sosok laki laki berkepala plontos dari kejauhan, bayangan itu tidak aku ketemukan, kembali aku layangkan mencari sebentuk kepala dengan rambut yang baru tumbuh, paling tidak, ternyata tetap tidak ada, dimana abang plontos aku itu....

menurut pengakuan terbaru, abang telah memelontoskan kepala dan mentato naga satu lengannya. uhm.

dan ternyata wajah yang aku kenal berdiri mengisap rokok dibawah sign 5, wajah yang begitu aku kenal selama 5 tahun ini, tetapi tidak plontos atau tidak seperti rambut yang sebulan lalu mungkin di plontos, dasar! batin aku. aku menghampiri, meraih tangannya dan mencium hormat, bah! entah mengapa aku bisa juga menghormati makhluk ngocol satu itu :d.

protes panjang karena merasa tertipu cepat terlontarkan dan abang cuma ketawa penuh kemenangan, gemana gak merasa menang, berita plontosnya itu begitu aku yakini sampe aku cerita di rumah ataupun dengan orang lain yang mengenal si naga itu.... bah betul betul keterlaluan dia!

menikmati teh panas di donat twin, tempat yang biasa aku dan cinta jadikan tempat untuk menunggu jemputan, ternyata kursi mejanya berubah, kayu hitam dengan bentuk meja kursi yang pas dengan ruangan, bagus. hanya teh manis dan kopi yang menemani kami, masih belum lepas geram aku akan tipuan abang, jangankan tato naga plontos pun gak.

kami tenggelam dalam cerita dan canda, sambil menunggu isnuk...

akhirnya nongol juga si isnuk, dengan wajah yang tegas menyatakan baruuuuuu saja terbangun, isnuk membagi bagi senyuman untuk aku dan abang, dan lalu membagi bagi tangan untuk dijabat :d. ternyata memang sms aku tidak mempan, untung aku sempat menelpon juga, kalo tidak....

gak banyak yang kami bicarakan karena waktu beranjak terus dan cepat berganti siang, setelah sedikit atur rencana diputuskan aku dan abang ke hotel tempat abang menginap untuk ambil barang dan langsung cabut ketempat isnuk.

kami tinggalkan stasiun tugu dibelakang, tunggu aku... aku kan datang minggu malam nanti :).

jalan kaki, hal yang menyenangkan, melangkah cepat berirama, sari pernah bilang kalo cara langkah aku dan abang sama :), jelas kami kan adek abang.

melintasi malioboro yang teduh, selalu ramai tapi tetap teduh, lampu lampu jalan yang berdiri anggun ditengah jalan malioboro, antrian delman, tapi pagi ini belum keliatan. masih terlalu pagi mungkin.

cepat kami melangkah bersisian dalam cakap canda, apalagi yang lebih menyenangkan....

ternyata benar, hotel ditempat abang berkamarmandikan di luar, dari ibu ibu muda yang berseliweran dan perlengkapan mandi ditangan :), tubuh tubuh segar berbau sabun wow ;), abang membereskan barang barang, ada cutter, selotip, neozep, buah pir tergelatak diatas meja...

bergerak keluar dan mencari taksi yang membawa ketempat isnuk, arcapada. gak mengalami kendala kami menemukan arcapada, tepatnya abang yang menemukan arcapada, karena walaupun aku pernah kesana beberapa kali, tanpa melihat isnuk didepan pintu aku tidak akan mengenali arcapada :d.

espresso hut yang sudah tidak berwarna merah hati lagi :), menunggu isnuk, melongok cafe itu papan bertuliskan internet down mencolok kelihatan:), menu khusus?, cukup luas tempatnya berisikan beberapa meja, beberapa pot hiasan ijuk :d.

nuk... meja kursinya kebesaran, yang lebih kecil cocok disini... protes aku saat isnuk masuk menemui kami :d, isnuk cuma nyengir kuda, sambil menawarkan minuman yang kami inginkan,
kopi... kata abang, sergap isnuk ke meja saji dan membawakan 2 butir kopi, masing masing satu buat aku dan abang.
kopi baaaanngettt.... komentar abang, hehehhehe, edun aja si isnuk, hiasan meja yang berisi butiran kopi mungkin bisa terkikis habis dengan caranya ;d.

isnuk menggiring kami ke kontrakannya, tak jauh dari arcapada sebuah kamar beruang tamu yang agak mmmm.. kamar isnuk paling depan diikuti beberapa kamar lainnya, kamar yang menyenangkan (sshhhh karena ada pc yang berakses internet heheheh), entah isnuk kemana:), abang memperhatikan tumpukan dvd dirak bawah, dasar mata dvdan.
dek... isnuk punya jangan bersedih... aku mengikuti arah pandangan abang, aku tarik buku kuning bertuliskan La Tahzan dan kubaca sebentar...

kasur yang melambai lambai membawa aku tergeletak sejenak, gubrisan cepat mandi dari abang gak aku hiraukan :), sigap abang langsung pasang aksi bongkar barang sembunyi tangan, aku senang memperhatikan abang peking, selalu tertib rapi, rapiiiii sekali, abang menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa dalam ransel besar merahnya, tenda ditinggal, abang bilang perlengkapan aku abang yang bawa, tapi aku cukup kuatlah, jadi kuputuskan untuk membawa sendiri, lagian juga tidak terlalu banyak.

aku jatuh tertidur, lelap.
sentuhan dilengan membangunkan ku, abang menyorongkan hpnya, dari kantor, suara rihan diseberang beberapa wangsit aku berikan, hanya masalah kiriman ke hong kong.
"sanah mandi, kita mo belanja... "
"tapi ntar kalo mandi aku ngantuk bang.. ", aku mencoba memeluk guling bersprei kesebelasan milan (mungkin hihihih)
mengelak mandi aku membereskan ranselku, mengeluarkan barang barang yang tak perlu.
gak usah bawa perlengkapan mandi.. sama gue aja, sergah abang sebelum aku memasukan perlengkapan mandi aku.
emang abang punya pembalut?, tanya aku,
elo bawa!, hihihiih jelaslah.

abang aku yang dokter tapi suka joinan sikat gigi hehheheh.

peking selesai (red: menurut persi aku), kadang malu juga peking aku suka berantakan dan jelas gak rapi, plastik plastik hitam yang sudah disiapkan abang aku pake juga, biar mirip rapinya heeheh.

aku mandi disusul abang eehh maksudnya aku selesaikan mandi ku setelah itu baru abang mandi.
dan ketika abang kembali aku sudah tergeletak dikasur lagi, isnuk muncul sebentar.
kk aku sholat jumat dulu ya.... suara berat isnuk menggelepar hehhehe, fira, anak warnet dibawah asuhan isnuk akan ikut bergabung, lumayan ada temen cewek, fira datang nanti setelah sholat jumat, kata isnuk.

sementara aku dan abang belanja sedikit keperluan, cokelat, roti, senter, sepatu, kaos kaki.. masuk dalam daftar belanja, isnuk menawarkan motornya, wow... isnuk dah pake harley malaiholo hehehhe, sejenak abang ragu, setelah isnuk yakinkan akhirnya jadilah.... motor besar ditangan abang hihihi bayangin! tapi motor seperti itu yang memang abang inginkan sejak dikalimantan dulu, kamipun berlari....

motor terparkir didepan toko bahan bombay, bergegas kami menyeberang ke toko sepatu, bata nek!, selalu begitu naek gunung, beli sepatu, buang, kami bergerak pindah ke galeria, sepatu yang abang mauk tidak ada ukurannya, memang jodoh di galeria no yang abang inginkan ada, dan tinggal satu satunya :d, kaos kaki, wafer coklat 3 bungkus, aku protes dan mengganti 2 rasa menjadi strawberi dan panila :d, 4 batang cokelat ketburi, 1 batang permen alpenlibe, extrajos, 3 senter, obat obatan, uhmm roti gak ada, kami beli nanti saja plus aqua.

sambil lalu, kami liat kartu kartu wow ada kartu rajawali dengan kata kata bagus,
nanti elo beliin gue ya... aku tersenyum, hati aku bilang iya nanti aku beliin... kami bergegas pulang, bum bum bummm.. kami melaju.

*****

aku dan abang masih menikmati mie ayam bangka dan nasi pecel, saat sms dari isnuk aku terima kk dimana....

aku dan abang beranjak malas ke kontrakan isnuk, santai melintasi pura jenggala :), rasanya tak bosan aku mengikuti gaya sandiwara radio tempo dulu setiap melintasinya.
 pura jenggalaaaaa... aku menirukan suara maria oentoe
isnuk sebagai puranya.... heheheh, abang melanjutkan

dikamar isnuk telah tergeletak seorang perempuan belia :), fira, berjilbab putih dengan gaya cuek ceria dengan cara tawa yang menarik :), isnuk memperkenalkan aku dan abang sebagai para pemain pura jenggala heheheh gak ding! walaupun tampak kebocoran diwajah fira, tetap saja keliatan dia tidak sepenuhnya mengerti dengan canda gila kami. sesekali keluar dari mulut fira.. gue bunuh lu om... hehehhe bernyali juga dia, sementara aku paling berani jedotin jidat orang sampe berdarah hihihihi.

jadilah isnuk sibuk memeking barang barangnya, dan memasukan barang fira juga, dijamin fira hanya melenggang, selang kemudian fira keluar, belanja. isnuk menghilang, kembali tinggal aku dan abang. terkantuk kami menunggu, uhmm dimana mereka, fira pulang pergi masih ada yang tertinggal isnuk perlu body lotion, citra. weks!

"isnuk kemana fi.... "
"ada tuh didepan komputer..."
"dah siang neh...."
"sms aja mbak...."

dilayar hp aku tertulis... nuk mauk ikut ke lawu gak?, beberapa saat kemudian isnuk muncul heheheh ternyata mempan juga.

kami bergerak, berjalan dan naek bus 07 ke pati (sounds like that:p) tak lama tiba dibawah playoper.
disini ada beginian juga? komentar aku
emangnya cuma dijakarta? penduduk aseli berkilah heehhee.

bus ac ke solo menunggu kita, duduk berjejer dibelakang, isnuk langsung pasang aksi ngantuk, fira duduk gagah disebelahnya, sementara aku mendengarkan abang bercerita. padahal rencananya abang mauk tidur di bus :).

perjalanan yang tidak singkat, beberapa terminal kecil kami lalui, tapi tetap tidak sampe ditujuan, sementara abang sudah merintih.... laper laper... sambil menengadahkan tangan hehhehe 2 ayam goreng suharti langsung dibenak abang, membintikkan air liur.

mungkin 2 jam kami tiba diterminal surakarta, mata abang langsung nyalang ke etalase kaca berisi makanan... slurp abang menahan diri.... gak tahan akhirnya abang jajan aneka gorengan :d, isnuk beli kacang... eh nuk mauk ke kebon binatang ya.... isnuk nyengir binatang eh nyengir kuda :d, aku beli aqua strawberi.

naek bus yang ke tawangmangu, ternyata lagi lagi aku gak mengira kalo solo tawangmangu itu tidak dekat, aku tidak memperhatikan hitungan jamnya, tapi hamparan ijo royo royo dari padi dikiri kanan jalan membuat aku melupakan jarak, jalan berkelok lurus meliuk, sementara lagi lagi isnuk jatuh tertidur :d.

aku menikmati jalan sambil bercanda setelah abang dan isnuk menghabiskan beberapa potong gorengan, aku menolak, tapi sisa satu tetap untuk aku, tempe goreng yang seperti oncom uhmm rasanya aneh aku membelah dua dan menikmati setengahnya, abang menolak menghabiskan setengahnya, karena tak enak rasa aku remas sisa tempe yang ada, ternyata memang abang masih laper, tempe remasan pun mauk dihabiskan, jangan bang... aku udah remas remas hihihih wajah abang masih memelas lapar :d.

lelah mataku menikmati hamparan hijau, aku tertidur.

*****

akhirnya bus menyentuh terminal tawangmangu :), bergegas kami mencari toilet, fira pengin bersihin toilet? ya jelas gak ding! fira pengin pipis.

toiletpun antri, beberapa orang berdiri didepan toilet uhmm gelisah, yang didalam tetap belom keluar, akhirnya seorang ibu beraksi dengan menggedor pintu toilet, masss... mass.... dah selesai belommmm!! kami tersenyum, kecuali fira yang meringis menahan pipis, ibu terus beraksi sampe manjat ngelongok dari celah pintu...
ntar aja fi... pas di puncak lawu, saranku tanpa dosa :d. tapi tetap tak ada suara dari toilet
bunuh diri kali ya bang? bisik aku ke abang... eh ternyata pas digedor pintunya, apa yang kami temukan ternyata didalam toilet gak ada airnya, makanya ditutup :d.

tawaran kenek untuk antar sampe cemara ayu (red: cemara sewu) 3rebu per orang akhirnya kami ambil. jadilah kami orang 3 terakhir yang menaiki minibus menuju cemara ayu, padat, tumpukan ransel didepan aku dan abang. celoteh kami jadi :), berisik! dari mulai protes fira akan rokok isnuk yang judulnya hidup rokok kalo belom biruw! sampe ketidakpercayaan fira bahwa sebetulnya abang adalah dokter yang menyamar :d.

minibus yang padat menaiki jalan memanjat berkelok, hawa dingin mulai terasa kami tetap berceloteh riang.

"dek... isnuk bawa kameranya"
"eh nuk.. kamera elo bawa kan"
isnuk gelagapan, menepuk jidat, kami pun serentak membantu menepuki nepuk jidatnya :d

"kk begini.... tadi kan bobi dah bawa kameranya, ada diransel dia, trus ranselnya taro dibawah rak, trus sekarang dimana dong kameranya...." isnuk nyengir, tapi kami tidak.
"nuk... sekali lagi gue tanya, dimana kameranya???", fira mencengkram krah isnuk, abang megangin tangan isnuk, aku mengasah golok.....
"turun lu.. kita tungguin disinih! kalo gak gue bunuh lu!" (hihihii pasti ini fira yang bicara:d)

gemana gak geram men!, lawu gue yang pertama kali lewat tanpa pembuktian otentik, manah mungkin gue pake saksi hidup untuk ngasih tauk kalo gue bener bener naek lawu getuh loh! gue kasih poto aja orang masih belom percaya apalagi gak, tapi isnuk harus menerima ganjaran dari derita yang dia buat x-(.

"nanti kalo mo poto kalian diem aja, ntar aku gambar, kalo gak ntar pake potosop kk.... kk tinggal milih mo dipuncak manah? moneperes? himalaya? tasikmalaya?", kilah isnuk.

lagi lagi 3 jari telunjuk tepat dibatang hidung isnuk. tak tahu kah kau isnuk, bahwa aku punya rencana besar dalam sejarah hidup aku, tauk kah isnuk? aku sudah ngeset poto2 perjalanan aku dikamar, 10 poto pertama adalah pendakian rinjani, 10 barisan poto kedua adalah pendakian lawu, dan selanjutnya adalah kerinci :((, hancur sudah, masterpis!

dengan ancaman bahwa kita tidak akan membiarkan isnuk lupa bahwa karena dia kita gak punya poto di lawu perjalanan kami lanjutkan, tak akan kami biarkan.

kabut sudah mulai turun, gelap, hawa dingin mengental, suasana mistis makin terasa.

cemoro ayu, ato orang orang kebanyakan bilang cemoro sewu, puluhan ato mungkin ratusan orang beratribut pendaki, bisa diliat dari daki daki mereka yang mulai menebal karena jarang mandi:d, orang berlalulalang dengan ransel besar, jaket tebal, kupluk, kaus tangan, celana kargo uhmmm kalo mereka gak mo dingin kenapa harus menggunung ya.... asap asap putih keluar saat mereka bicara, mereka ada dimana mana, dijalanan, diwarung, dimesjid, dikamar mandi......

pipis, hanya kata itu yang terngiang dikepala fira, beranjak kita berempat menuju toilet, penuh antrian. rencananya aku dan abang juga akan ganti celana, aku masih berjins, tapi nantilah.... kata isnuk nanti pake sarung aja, uhmmm pake sarung? naek gunung? apa gak semiliran dinginnya, pikir aku, aku langsung ingat aan yang hanya bersarung naek rinjani, but ternyata aku salah maksud isnuk dan abang ternyata salinnya disarungin hihihihi

"tapi kan susah salin pake sarung, ntar melorot...."
"yah tentu aja gue yang megangin, trus elo ganti..."
"lah nanti abang ngeliatin aku...."
"yek... masak gue meganginnya ngebelakangin elo..."

uhm berarti gak aman deh, mending gak usah salin sekalian, masih perawan getuh loh :d...

weks fira udah didepan antrian, pasti yang didepannya tadi semua diancam hihihihi dasar tuh bocah, gak lama selesai sudah...
"kita maem dulu....", yang paling tua angkat bicara. berempat kita memasuki warung, tidak terlalu padat, paling tidak masih ada tempat buat kami berempat:d, isnuk memimpin, aku soto ayam gak pake nasi, fira soto ayam pake nasi, abang pecel pake telor, isnuk uhmmm makan apa dia ya..... trus aku minum teh manis, fira juga teh manis, abang kopi kental, isnuk uhmmm minum apa dia ya.... gak penting! :d.

obrolan kami tetap lepas disela maem kami yang buas:d, uhm maksudnya abang dan isnuk yang buas:d, dari obrolan susu si jack disolo yang bikin merah mukaku, pasalnya waktu aku menceritakan betapa canggihnya susu murni si jack itu karena dibelakang tenda di jack ada sapi benerannya dmana langsung bisa diambil dari dalam menggunakan kran, salahnya aku mencotohkan gerakan sapi diperah tapi dalam bentuk manusia, sontak ketawa keras abang dan isnuk, opss aku terhenyak kaget dengan gerakanku, malu!, sementara fira bengong gak tauk apa yang kami tertawakan, padahal cerita si jack berawal dari dia hehhheh, "masih belum cukup umur ya...", ujar isnuk saat fira minta penjelasan:d. bang adekmu telah beranjak dewasa eh beranjak tua hehehehhe.

nyala blitz! aku langsung menjerit "nukkkkkkk... kameraaaaaaaa!!", isnuk celingukan "boobiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...!!!".


akhirnya aku memutuskan untuk salin ditoilet, biarin antri daripada diantri abang sendiri hihihih, ssshhh padahal ternyata aku juga pengin pipis, aku ditemani fira, lumayan lama akhirnya tuntas sudah, kembali ke warung ternyata isnuk sudah bersalin suara eh pakaian, weks gila tuh anak cuma berseragam bola, kaos merah mencester dan celana pendek uhmm pasti keabisan baju tapi bolehlah daripada dia berbatik kayak orang mo kondangan:d, berikat kepala kayak penari remo:d, dengan bangga isnuk memamerkan betisnya, dasar!.

abang gak jadi salin, kata abang daripada gue salin mendingan gue bagiin makanan dan senter, gak ada hubungannya kan? :d, abang ngejatahin coklat ke kami, jatah abang semua diaku hehehh tauk dia kalo adeknya laparan ngeliat orang ato agar beban dia gak berat? uhmmm entah...

selesai, abang bayar dan ternyata kembali dengan sarung tangan dan slayer ditangan, buat aku.

*****

keluar dari warung hawa dingin mulai terasa, aku rapatkan jaket dan sarung tanganku:), uhmmm ada rintik hujan yang mulai jatuh, tik.. tik.. tik... tak terasa dikepalaku yang berkupluk.


abang dan isnuk pamit untuk pipis, eeghhh gak dari tadi aja sih... komplen fira, wah untung fira gak sampe mbunuh lagi hihihihi, merekapun berlalu, aku dan fira berteduh dipinggiran warung, ada beberapa orang juga disana, berdesakan.

mereka kembali saat rintik hujan berubah menjadi aliran hujan, makin dingin. akhirnya kami kembali masuk ke warung, fira ganti jas hujan, isnuk menambah atribut ponco, abang memasangkan capucon jaketnya, dan aku?
elo ntar pake plastik item aja kalo ujan... abang bilang begitu,
ntar bawahnya diiket rapia...", lanjut isnuk,
ntar kita gelindingin ke semak semak...", fira menuntaskan,

weks!, uhm paling tidak fira cukup sampe disitu tindakannya, gak dibunuh hehehhe.

tapi begitulah, aku hanya menggunakan kupluk ibey:d, nikmati aja... lagian tidak terlalu deras dan semoga tidak menjadi deras, doaku.

kami mendaptar dipintu masuk dan membayar tanda masuk. isnuk menyerahkan kepada aku,
kk... dengan tiket ini kk bisa membuktikan kalo kk beneran naek lawu ya, ntar discan taro diblog. dudul!, umpatku.

tiket aku yang no 29 (bawah sebelah kanan), punya abang no 28 (bawah sebelah kiri), fira no 30 dan isnuk no 31, nah makanya naeknya kita juga berurutan, abang aku fira trus isnuk, sebetulnya isnuk kita mo tinggal tapi berhubung dia tauk jalan, tetap aja dia bisa nguntit kami hiihihih. gak kok, isnuk sengaja di set dibelakang, biar kalo (maaf) kentut cukup orang lain yang ngerasain:d.

sesuai dengan perkiraan hampir jam setengah delapan kami mulai pendakian:), pendakian malam, belum pernah aku bayangkan.

jalan berbatu dan licin, mulai menanjak, senter aku nyalakan, untunglah aku memilih senter yang kecil. melangkah berkonsentrasi dengan arah nyala senter, beban aku yang tidak terlalu berat mulai menjadi berat, betis dan pahaku mulai bereaksi, aku coba bertahan.

wow, mulai terseok, dan break. aku menyerah,
bang... aquanya abang yang bawa aja, berat..., terpaksa aku dan abang bongkar pasang dibantu nyala senter, padahal waktu dirinjani beban aku jauh lebih berat,
apakah karena waktu dirinjani aku baru berumur 30taon ato karena hampir jamnya bobo ya bang....
abang cuma berkomentar dasar.

perjalanan kami lanjutkan, sekitar hanya gelap, kadang aku mengarahkan senter kekiri kanan jalan, tapi cepat aku alihkan kejalan ngeri aku bayangin bila tiba tiba ada wajah pucat berambut panjang bergaun putih panjang dan menyerukan whhhooooooooo. kadang aku sejajar dengan abang kadang aku dibelakang, begitu juga dengan fira, kalo isnuk? uhmmm terserah deh dia dimana :d.

isnuk masih riang ria menyanyikan aneka lagu, dari lagu perjuangan sampe lagu percintaan, andai aku punya kekuatan untuk membuatnya bungkam. beberapa lagu garapan obbie mesakh yang dipopulerkan oleh ria angelina berkumandang melawan suasana mistis lawu, fira protes nyaring karena gak ada satupun lagu yang dia kenal, uhmm berarti dia beneran masih muda.

kami terus berjalan, menarik langkah beberapa saat, break. dan kami lanjutkan lagi, sayangnya aku tidak bisa melihat pemandangan sekitar, baliknya kita lewat sinih lagi kok dek.... begitu kata abang. lawu adalah gunung paporit abang, entah sudah beberapa kali abang naek, begitu juga isnuk lawu adalah tempatnya bermain kalo istirahat sekolah :d, sakti banget kan. fira pernah sampe puncak sebelumnya dan pernah juga ke merbabu, rekot yang lumayan.

sebentar lagi post pra 1, ato bisa dikatakan post 1 junior :d, lagian sapah juga ngasih pos kok pake tanggung tanggung, satu ya satu ato kalo gak ya sekalian gak ada pos. beberapa orang melewati kami, dengan ucapan salam, permisi, ato cuma sapaan biasa saja:), aku dengan senang hati menjawab pamitan mereka, tentu saja dengan suara dimerdusahdukan hehehehe.

pos 1 junior, sudah ada 1 kelompok pendaki jongkok disekitar api. isnuk menggelar ponconya, menggelepar. aku dan abang duduk dibangku kayu, fira memalingkan wajah menghindari asap dari api unggun, dan lagi lagi rokok abang dan isnuk :), rokok yang sama dengan prekwensi yang sama, dasar.

isnuk pindah ke api unggun, membakar diri:d, sakti kan. fira tidur menelungkup diatas ponco, didekatnya aku dan abang duduk bersisian, ngobrol. mulai ngantuk, kelompok berikutnya masuk dan menggelar didepan kami, main kartu. kalo cuma mo maen kartu ngapain capek capek naek gunung ya, anak muda:).

nyala blitz! orang orang poto, hiks!. isnukkkkkkkkkkkkkkkk... potoooooooo, jerit aku,
ada kk, ditas bobi...", singkat jawab isnuk.

kata abang dipos inilah orang akan menentukan kekiri naek yang artinya meneruskan kekanan turun yang berarti undur diri, tapi kami masih santai menikmati.... isnuk juga bilang dulu pernah dia mendaki dengan beberapa teman, pas di pos ini, mungkin sudah menjadi hawanya, tiba disini leha leha males naek :d...... gak ada yang mo bergerak, yang ditanyain pasti ngejawab pernah muncak, jadi yang gak pernah aja hehehhe

abang ngajak bergerak, dan bergeraklah.. ke kiri ato kekanan? uhm... katanya mulai dari sini barulah pendakian yang sebenarnya, apa begitu? apa artinya medannya lebih berat? just do and feel...

ternyata tidak terlalu seperti yang aku kira, jalan tanah berbatu kadang batu kecil dan batu besar, kadang mendatar, lalu menaik tinggi dan menurun rendah... senter yang menunjuk jalan kami, memilih pijakan yang tepat agar tidak tergelincir dan berkonsentrasi :), kami melangkah dan berhenti, melangkah lagi dan lalu berhenti.... kadang kami berhenti lama, mereguk air yang terasa dingin, menolak kacang ragunan yang isnuk tawarkan, hanya ada permen dimulutku, entah permen yang keberapa :), tanpa permen... pasti berat untuk aku :).

untung hujan tidak jatuh lagi, mungkin hanya rintik tipis tapi yang pasti itu sudah tidak berasa lagi, masih abang berjalan didepan dan isnuk dibelakang, aku dan fira bergantian minta break :), mengatur napas yang tersengal. entah berapa jam kami berjalan :), entah berapa tim pendaki lain yang menyusul kami.

pos satu didepan dan kami cuekin dengan bangga, sakti kan.

kembali kami mendaki, dengan iming iming tukang bakso di pos ke dua ato pos 3 junior, kami kembali melangkah, sebetulnya aku tidak merasa lapar, yang lain mungkin juga. yang bikin lapar mungkin denger isnuk tetap menyanyikan entah lagu apa.

tanpa tauk jam berapa akhirnya kita sampe di pos 2, dan uhmmmm yummy... mcDonald? warung atau kedai ato toko? uhmm sudah banyak yang didalam, menikmati aneka minuman panas, soto, pecel, indomie, gorengan, dsb.... uhmmm lumayan sekali melepaskan penat dan menghangatkan perut....

hamparan tikar yang cukup berjejal didalam, tapi cukuplah ruang bagi kami :), aku dan fira melepaskan sepatu sementara abang dan isnuk hanya membiarkan kaki diluar tikar, entah memang sudah begitu, yang duduk semuaranya menghadap kedepan, sementara didepan kami tempat saji, dimana makanan dihidangkan dan siap diantarkan ke pemesan.

suara suara senda dalam bahasa jawa dan bahasa indonesia, aku merasa seperti dalam kelas :), penjaja membawa senampan hidangan.
soto ayam.... teriak penjaja
sayahhh.... seorang laki laki mengacungkan jari hihihihi
kayak absen aja, komentar aku biasa dan disambut dengan tawa yang hadir, wuih... itu kan komentar biasa dan abang menjulek kepala aku :d.

kami hanya memesan minuman hangat, pesen 4 dapat 3 hhehhehe, yang kecil berdua dan jadilah aku dan abang segelas bersama. sambil menghangatkan tubuh dan perut, canda canda tetap mengalir dari kami :d, isnuk mulai bertingkah dan kami harus mencegah, isnuk yang keluar aselinya ketika menggunung :d, aku gak ingat apa yang isnuk ocehkan ke sepasang pendaki disebelah kami, dan cepat aku minta isnuk meminta maaf, maaf ya mas.... isnuk menjura meminta maaf, dan kontan kami tergelak terpingkal pingkal, isnuk mulai gak bener.

minuman kami hampir kandas, dan tawa kami habis lepas, rasa penatpun sudah terbebas....

kami mulai melangkah lagi, masih ada satu pos lagi dan puncak... kata abang puncak bukanlah target, santai aja... gak bisa muncak sekarang, bisa lain waktu.....

******

selamat taon baru ya mbak.....sapa orang yang melewati kami,
oh ya gak papa.... jawabku, gak nyambung ya:d, heheheh wajar aja orang capek getuh loh.

dari mereka lah kami ketahui bahwa sudah taon 2005, kami nyantai aja, tidak ada sapaan selamat sesama kami :d, sapah tuh yang kepengin naek lawu pas taon baru :d.

rasanya udah ngantuk sekali, tapi emang tetap harus melangkah, saat agak lama berenti rasanya mata ingin terpejam... beneran udah jam tidur tapi kami masih gentayangan :d. masih ada satu pos lagi, pos 3 ato pos 4 junior...

abang masih terdepan, aku dan fira beriring, sementara isnuk tidak keliatan batangnya, uhmm aku dan fira menunggu, weks isnuk nongol dengan cengengesan megang hp.
kenapah nuk.... tanya aku,
dapat signal kk... sms dulu buat emak si sulung satu sampe enam... eh dia nyengir kuda, dasar. pasti kebayang deh gemana caranya nyari signal, nerawang nerawang ke angin, pas ketemu, jejeritan sementara hp tetap diatas angin :d, edun kan.

begitulah... sebentar lagi sampe pos 3, katanya. sambil menunjuk arah, uhmm tapi tetep aja jauh walaupun keliatan dekat, aku mencoba mengukur arah dengan mengarahkan senter ke sisa sisa jalan, jauh. dan kami tetap berjalan.

but here we are.... kami sampe di pos 3, wuih riuh orang orang menyapa kami dari kedai diatas :), selebritis lewat hehehehhe. tapi penuh, gunung penuh getuh loh gak kalah sama mall.

kami menghempaskan badan disisa sisa tanah yang tidak berisi orang, isnuk mencoba mencari tempat, dan menghilang. orang orang didalam tenda, diluar tenda, didalam kedai, diluar kedai, yang berlalu lalang, duduk, maupun tiduran.

lupa aku menceritakan, dari awal pendakian sampe hampir dipuncak, selalu saja ada tenda tenda disela batu, aku gak tauk apakah memang sampe segituh aja kemampuan mereka ato memang sudah diniatkan untuk sampe disituh saja.

terasa sekali aku penat dan mengantuk, aku duduk meringkuk menunggu tempat, emang masih ada tempat? segeneh padatnya, aku mengedarkan pandangan ke sekitar, suara suara orang bicara, nyanyian ataupun dentingan gitar :).

para pendaki tetap berdatangan, sibuk mencari tempat juga.

isnuk kembali dan mengarahkan kita untuk naik ke atas, ada tempat katanya. dan yang disebut tempat adalah sedikit tanah datar disela sela batuan, besar dan kecil sedikit menonjol dibagian tanah yang datar. isnuk dan abang menyiapkan tempat, aku dan fira sudah pasrah :). isnuk menggelar ponco sebagai alas, sleeping bag jadi selimut aja, kata abang.

kami berhimpitan disela bebatuan, kayak lumut hehehheeh aku rebahkan badan uhmm tidak bisa lurus, padahal kata abang waktu aku bilang punggung aku pegal sekali, nanti tinggal ngelurusin badan pegalnya juga ilang, dan ternyata.....

berhimpitan dengan fira yang agak besar, sementara abang meluangkan bagian terbesar untuk aku, walau tetap menjepit, sleeping bag rapat menutupi dari kaki hingga kepala, batuan yang jedut disana sini, kepala terhindar pantat terganjal, dalam keadaan normal pasti gak akan bisa tidur, tapi setelah lelah berjalan apalagi yang tidak nikmat....

fira yang gemetar kedinginan, abang dan isnuk merapatkan sleeping bag untuk fira dan menutup sekecil apapun kemungkinan angin masuk. isnuk hanya melingkar dengan sarung, ih kebayang dinginnya. sementara aku dengan satu sleeping bag beralas lengan abang, entah bagaimana akhirnya aku gak merasakan lagi fira yang bergetar, karena aku jatuh tertidur.

kami pulas.

******

aku terbangun dengan merasakan himpitan paha fira dan gencetan kaki abang, aku coba bergerak, gagal. gerakan aku tetap tidak membuat abang bergeming, weks. aku mencoba mencari celah, tapi sleeping itu sudah ketat menutupi aku, ternyata abang kerja keras untuk tidak membuat aku kedinginan.

bang.. aku pengin keluar.... seruan aku gak ngaruh, akhirnya aku berhasil membuka bagian atas dan mengeluarkan kepala aku dari sleeping bag dan egghhh aku menutupi mata aku kembali, aku gak pernah merasa sesilau ini, weks aku diatas gunung dan mentari begitu dekat, aku coba buka kembali dan membiasakan mata aku, tapi memang terlalu silau, aku menutupi mata aku dengan telapak tangan, udara begitu segar aku menikmatinya dengan melepaskan jaket aku, oh aku baru ingat semalam abang juga memberikan sweaternya.

abang juga terbangun, dan tampak disekitar sudah banyak yang meninggalkan lokasi, entah muncak entah pulang.. yang pasti tikar dikedai tampak kosong, dan uhmmm teh panas indomie rebus... aku dan abang bergegas turun, sedangkan air liur sudah turun duluan hehehhehe.

teh manis panas, kopi panas, 2 piring indomie rebus :), perut yang lapar, tubuh yang letih, nikmatnya.... seperti biasa aku gak mampu menghabiskan indomie aku, walaupun sempat ngomel abang menghabiskannya dan uhm kenyang. abang merokok dan aku kembali mengantuk, berbantal paha abang aku kembali tertidur, enak lu ya jadi adek.... aku hanya nyengir kuda.

sempat terbangun, abang ajak aku bergeser ketempat yang lebih nyaman, ternyata kedai hampir kosong. ahh lumayan... andai semalam beginih, aku dan abang meluruskan badan dibawah sleeping bag dan tidor.

hampir jam 8 waktu aku terbangun lagi, isnuk dan fira masih diatas, tidor. aku dan abang ngobrol santai dan suasana menjadi tidak santai saat aku melihat cincin abang karena mengingatkan pada cincin aku, gak ada dijari aku. wadaw!
abang cincin dari andre ilang... jerit aku.
cari dan inget inget lagi.... kata abang, dan aku pun sibuk mencari cari dan mengingat ngingat, aghh aku semalam lepas sarung tangan waktu tidor, tapi isnuk masih tidur gak mungkin aku bangunkan, abang jadi ikutan gak tenang :d, abang gue getuh loh!.

eggh gak ada... ntar aku bilang apa sama andre... keluh aku, padahal dari awal aku ingin lepas, tapi gak enak rasanya. mungkin nanti aku boong aja waktu ketemu, tapi kata abang gak boleh boong :d. aku ke tempat isnuk, meliat liat sekitar, nihil. setelah kembali abang minta aku membangunkan mereka, tapi uhmm lagian juga udah siang, jadilah aku membangunkan mereka.

nuk... mo pulang gak?, aku ngebangunin isnuk, isnuk terbangun dan langsung pasang kaca mata, weks aksi abis euy!
gayak lu... umpat aku
silau kk.... dan pengin gayak juga... jawab isnuk, heheheh.

fira gak mauk bangun hihihihi tapi daripada dibunuh, aku biarin aja. aku turun setelah berpesan untuk nyariin cincin aku.

setelah beres beres, isnuk pipis, fira pipis. uhm jadi kebutuhan pagi kami berbeda, aku dan abang perlu maem minum dan mereka perlu pipis.

kami berangkat, dengan mata menunduk mencengkram tanah lawu, cari cincin heheheh

----cerita masih belum selesai---------

dari blog lama ku ternyata cerita berhenti sampai disitu, walaupun tertulis cerita masih belum selesai, tapi aku gak menemukan cerita lanjutannya lagi. mungkin aku sudah terlalu lelah bertutur, apalagi cerita perjalanan lawu ini aku tuliskan dengan begitu detil. sehingga saat membacanya kembali aku masih bisa merasakan kebahagiaan yang aku rasakan saat itu, aku bisa merasakan dingin dan letihnya, suka cita hatinya, dan bahkan semua seperti aku betul-betul mengulangi kejadian itu.

tapi aku gak ingat lagi bagaimana perjalanan turun kami. yang pasti cincin itu ditemukan, gak hilang. entah dmana ketemunya, atau ternyata memang aku gak membawanya. entah.


******

aku menjejak kaki di gambir hampir jam 6 pagi, lumayan waktu yang pas untuk aku tiba di kantor mandi mandi dan siap dibelakang pc :).


tiket pulang aku lipat baik baik, aku diwajibkan untuk menscan dan menyebutkan bahwa itu adalah hasil perjuangan abang aku walaupun sebetulnya itu masih belum layak dikatakan sebagai perjuangan, karena abang cukup manis untuk mendapatkannya, tanpa antrian :d

******

perjalanan kami bertiga telah berakhir, untuk yang pertama dan terakhir.

No comments:

Post a Comment